Halaman

    Social Items


Kampung Banyumili: Resto Dan Wisata Edukasi Bertema Alam Pedesaan

Beberapa waktu yang lalu, Ayah mengajakku untuk datang ke sebuah gathering komunitasnya yang kebetulan berlokasi di Kampung Banyumili. Aku pribadi sebenarnya sudah cukup sering melewati obyek yang satu ini. Tapi, selama itu pula aku nggak pernah benar-benar datang dan mampir. Bukan karena apa-apa melainkan
dilihat dari luar saja parkiran tempat ini selalu penuh berisikan kendaraan roda empat dan roda dua. Ya, memang seramai itu sih. Setelah selama ini hanya menduga, kenapa bisa obyek ini begitu diminati akhirnya aku datang dan melihat sendiri. Mau tau apa yang membuat Kampung Banyumili begitu ramai? Baca tulisanku ini sampai habis dong


Konsep Kampung Banyumili


Wisata ini memilki konsep alam pedesaan yang asri dipadukan dengan wahana outbond serta sajian kuliner yang lezat di restorannya. Bagi kamu yang lama tinggal di kota atau sudah lama bermigrasi ke kota dan ingin merasakan suasana alam pedesaan semasa kecil, tempat ini benar-benar wajib kamu kunjungi. Kamu bisa sedikit bernostalgia di Kampung Banyumili.

Kalau kamu hobi memancing tenang saja kamu bisa memancing disini. Kamu bisa membawa pulang hasil tangkapanmu atau meminta karyawan Kampung Banyumili untuk mengolahnya. Dijamin maknyus deh. Kamu juga bisa lho menikmati kuliner ‘ndeso’ , jangan salah  kenapa kok di sebut ‘ndeso’ soalnya menu yang ditawarkan benar-benar khas menu pedesaan seperti tumis genjer, sayur asem, tumis kangkung, terong penyet, dan sebagainya. Dimakannya pun di gubug gitu, persis gubug yang ada di sawah ya cuma materialnya lebih keren  aja sih dibanding yang suka kamu lihat di sawah beneran.

Kampung Banyumili sepertinya memang di desain sebagai obyek wisata keluarga. Jadi, ajak aja deh semua anggota keluargamu Bapak, Ibu, Kakek, Nenek, Kakak, Adik, Keponakan, Calon Istri, Suami, Mantan eh jangan udah putus hubungan hehehe. Ada banyak sekali wahana outbond yang bisa dicoba seperti high rope, flying fox, dan juga ninja warior.Ponakan kamu pasti auto excited deh.

Eits, kamu bisa juga lho menyewa perahu dayung yang bisa kamu naiki sekeluarga. Dengan menaiki perahu dayung kamu bisa berkeliling di sekitar kolam. Tapi, dengan catatan perahu ini hanya cukup dinaiki lima orang, jangan lima orang dewasa berbadan lebih ya. Ini aku nggak bodyshamming lho mengingat kapasitas perahu yang kecil, kalo semisal dinaiki lima orang dewasa berbadan besar nanti malah jatuh terus tenggelam kan kasian :( .



Lokasi Kampung Banyumili


Lokasi Kampung Banyumili bisa dibilang sangat strategis dan sangat mudah di temukan. Letaknya ada di Jalan Muncul, Dusun Gedangan, Desa Bandungan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Jika kamu ingin kemari kamu tidak perlu khawatir lagi karena memang lokasinya mudah sekali dicari. 

Jika kamu berasal dari arah Semarang langsung saja menuju Ambarawa lewat jalan lingkar. Itu lho yang dekat dengan Terminal Bawen itu. Lurus saja sampai di perempatan traffic light Pojoksari kemudian ambil arah kiri ke daerah Banyubiru. Tinggal lurus saja sampai kamu tiba di Pemandian Muncul kamu tinggal maju sedikit lagi maka kamu akan sampai di Kampung Banyumili.

Nah kalau kamu berasal dari arah Solo, kamu cukup ambil rute dari pertigaan Jetis Salatiga silahkan belok kiri. Cukup lurus terus saja hingga sampai di Pasar Bandongan.  Kemudian sesudah tiba di Pasar Bandongan tak lama sampailah kita di Kampung Banyumili.



Jam Operasional Kampung Banyumili


Kampung Banyumili buka setiap hari Selasa-Minggu mulai pukul 09.00 hingga pukul 17.00 sementara di akhir pekan Kampung Banyumili buka sampai pukul 18.00. Ingat ya bukanya dari Selasa sampai Minggu. Jadi, jangan sekali-kali datang kemari di hari Senin karena mereka sedang libur.

Oh ya mengenai tiket masuk, sebenarnya karena ini resto dan juga obyek wisata sehingga tidak ada tiket masuk. Paling kamu cuma dimintai uang parkir Rp 2.000 saja. Harga masakan disini juga tidak mahal kok. Nggak perlu khawatir dompet jebol apabila kamu makan di Kampung Banyumili. Oh ya jika kamu memancing harga ikan hasil tangkapanmu dihargai Rp 40.000/kilo yah. Satu hal lagi, jika kamu naik perahu dayung kamu dikenakan tarif sebesar Rp 15.000 saja. Murah sekali kan guys jika di total secara keseluruhan.

Nah, sepulangnya aku dari Kampung Banyumili, aku dan Ayah mampir sebentar di Pecel Keong Mbak Toen. Itu lho tumis keong yang dimasak dengan bumbu gurih. Kebetulan Ibu yang berpesan agar dibelikan Pecel ini sebagai oleh-oleh. Kalo kamu pergi ke Kampung Banyumili sekalian coba juga Pecel Keong di Warung Mbak Toen ini. Enak banget lho, kalo kamu kesini jangan lupa mampir juga ke Gumuk Reco.

Kampung Banyumili: Resto Dan Wisata Edukasi Bertema Alam Pedesaan


Kampung Banyumili: Resto Dan Wisata Edukasi Bertema Alam Pedesaan

Beberapa waktu yang lalu, Ayah mengajakku untuk datang ke sebuah gathering komunitasnya yang kebetulan berlokasi di Kampung Banyumili. Aku pribadi sebenarnya sudah cukup sering melewati obyek yang satu ini. Tapi, selama itu pula aku nggak pernah benar-benar datang dan mampir. Bukan karena apa-apa melainkan
dilihat dari luar saja parkiran tempat ini selalu penuh berisikan kendaraan roda empat dan roda dua. Ya, memang seramai itu sih. Setelah selama ini hanya menduga, kenapa bisa obyek ini begitu diminati akhirnya aku datang dan melihat sendiri. Mau tau apa yang membuat Kampung Banyumili begitu ramai? Baca tulisanku ini sampai habis dong


Konsep Kampung Banyumili


Wisata ini memilki konsep alam pedesaan yang asri dipadukan dengan wahana outbond serta sajian kuliner yang lezat di restorannya. Bagi kamu yang lama tinggal di kota atau sudah lama bermigrasi ke kota dan ingin merasakan suasana alam pedesaan semasa kecil, tempat ini benar-benar wajib kamu kunjungi. Kamu bisa sedikit bernostalgia di Kampung Banyumili.

Kalau kamu hobi memancing tenang saja kamu bisa memancing disini. Kamu bisa membawa pulang hasil tangkapanmu atau meminta karyawan Kampung Banyumili untuk mengolahnya. Dijamin maknyus deh. Kamu juga bisa lho menikmati kuliner ‘ndeso’ , jangan salah  kenapa kok di sebut ‘ndeso’ soalnya menu yang ditawarkan benar-benar khas menu pedesaan seperti tumis genjer, sayur asem, tumis kangkung, terong penyet, dan sebagainya. Dimakannya pun di gubug gitu, persis gubug yang ada di sawah ya cuma materialnya lebih keren  aja sih dibanding yang suka kamu lihat di sawah beneran.

Kampung Banyumili sepertinya memang di desain sebagai obyek wisata keluarga. Jadi, ajak aja deh semua anggota keluargamu Bapak, Ibu, Kakek, Nenek, Kakak, Adik, Keponakan, Calon Istri, Suami, Mantan eh jangan udah putus hubungan hehehe. Ada banyak sekali wahana outbond yang bisa dicoba seperti high rope, flying fox, dan juga ninja warior.Ponakan kamu pasti auto excited deh.

Eits, kamu bisa juga lho menyewa perahu dayung yang bisa kamu naiki sekeluarga. Dengan menaiki perahu dayung kamu bisa berkeliling di sekitar kolam. Tapi, dengan catatan perahu ini hanya cukup dinaiki lima orang, jangan lima orang dewasa berbadan lebih ya. Ini aku nggak bodyshamming lho mengingat kapasitas perahu yang kecil, kalo semisal dinaiki lima orang dewasa berbadan besar nanti malah jatuh terus tenggelam kan kasian :( .



Lokasi Kampung Banyumili


Lokasi Kampung Banyumili bisa dibilang sangat strategis dan sangat mudah di temukan. Letaknya ada di Jalan Muncul, Dusun Gedangan, Desa Bandungan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Jika kamu ingin kemari kamu tidak perlu khawatir lagi karena memang lokasinya mudah sekali dicari. 

Jika kamu berasal dari arah Semarang langsung saja menuju Ambarawa lewat jalan lingkar. Itu lho yang dekat dengan Terminal Bawen itu. Lurus saja sampai di perempatan traffic light Pojoksari kemudian ambil arah kiri ke daerah Banyubiru. Tinggal lurus saja sampai kamu tiba di Pemandian Muncul kamu tinggal maju sedikit lagi maka kamu akan sampai di Kampung Banyumili.

Nah kalau kamu berasal dari arah Solo, kamu cukup ambil rute dari pertigaan Jetis Salatiga silahkan belok kiri. Cukup lurus terus saja hingga sampai di Pasar Bandongan.  Kemudian sesudah tiba di Pasar Bandongan tak lama sampailah kita di Kampung Banyumili.



Jam Operasional Kampung Banyumili


Kampung Banyumili buka setiap hari Selasa-Minggu mulai pukul 09.00 hingga pukul 17.00 sementara di akhir pekan Kampung Banyumili buka sampai pukul 18.00. Ingat ya bukanya dari Selasa sampai Minggu. Jadi, jangan sekali-kali datang kemari di hari Senin karena mereka sedang libur.

Oh ya mengenai tiket masuk, sebenarnya karena ini resto dan juga obyek wisata sehingga tidak ada tiket masuk. Paling kamu cuma dimintai uang parkir Rp 2.000 saja. Harga masakan disini juga tidak mahal kok. Nggak perlu khawatir dompet jebol apabila kamu makan di Kampung Banyumili. Oh ya jika kamu memancing harga ikan hasil tangkapanmu dihargai Rp 40.000/kilo yah. Satu hal lagi, jika kamu naik perahu dayung kamu dikenakan tarif sebesar Rp 15.000 saja. Murah sekali kan guys jika di total secara keseluruhan.

Nah, sepulangnya aku dari Kampung Banyumili, aku dan Ayah mampir sebentar di Pecel Keong Mbak Toen. Itu lho tumis keong yang dimasak dengan bumbu gurih. Kebetulan Ibu yang berpesan agar dibelikan Pecel ini sebagai oleh-oleh. Kalo kamu pergi ke Kampung Banyumili sekalian coba juga Pecel Keong di Warung Mbak Toen ini. Enak banget lho, kalo kamu kesini jangan lupa mampir juga ke Gumuk Reco.

Ikuti Berita Terbaru Kami