Halaman

    Social Items

Medsos Dinonaktifkan Gara-Gara People Power! Ada Apakah Dengan Demokrasi?
Medsos Dinonaktifkan Gara-Gara People Power! Ada Apakah Dengan Demokrasi? Seperti yang gue kutip dari Detik.com, bahwa pemerintah menonaktifkan Media Sosial dalam beberapa hari. Menko Polhukam Wiranto mengatakan:
"Untuk sementara, untuk menghindari berita bohong kepada masyarakat luas, akan kita.... Akses di media sosial tidak diaktifkan untuk mencegah itu tadi, hal negatif yang bisa berdampak ke masyarakat."
Ok lah fine, pemerintah bermaksud baik agar tidak terjadi  hal-hal yang tidak diinginkan seprti tindakan adu domba ataupun penyebaran berita hoak di medsos. Lalu dengan tindakan ini, dimanakah makna Demokrasi?

Lalu di saat situasi seperti inipun saya mulai ragu dengan sepenggal kata yang gue ingat di pelajaran PKN waktu sekolah, "Kebebasan setiap warga negara untuk menyampaikan ide atau pikiran secara lisan, tulisan dan perbuatan di muka umum sesuai dengan undang-undang yang berlaku."

Bukankah alangkah lebih baiknya kalau pemerintah tetap mengaktifkan media sosial, dan pemerintah dapat menindak penyalah gunaan media sosial sesuai undang-undang dan hukum yang berlaku. Bukankah dengan menonaktifkan media sosial pemerintah juga memperlambat rakyat untuk dapat mengetahui berita yang sebenarnya terjadi sekarang. Jangan sampai berita yang tersebar hanya berita yang diinginkan suatu pihak.

Dan dengan dinonaktifkannya medsos ini juga berdampak pada mata pencaharian bagi sebagian pengusaha. Contohnya banyak pengusaha furniture yang pemasarannya lewat medsos, penjualannya turun drastis. Dan ada juga temen gue yang biasanya jual baju lewat medsos, sejak kemarin murung karena gak bisa jualan.

Mungkin cukup sekian pendapat gue, jika ada keslahan pendapat ataupun pemahaman gue dibicarakan baik-baik. Dan gue menerima setiap kritik dan saran lewat kolom komentar dibawah. Ok kalau ada masalah ngobrol dulu, jangan main hujat ini bukan negara barbar men. See You, I Love Indonesia, I Love Persatuan. Siapapun yang jadi presiden tak masalah, yang penting tetap kerja (salam dari anak Golput). Untuk semua antusias boleh, goblok jangan.

Medsos Dinonaktifkan Gara-Gara People Power! Ada Apakah Dengan Demokrasi?

Medsos Dinonaktifkan Gara-Gara People Power! Ada Apakah Dengan Demokrasi?
Medsos Dinonaktifkan Gara-Gara People Power! Ada Apakah Dengan Demokrasi? Seperti yang gue kutip dari Detik.com, bahwa pemerintah menonaktifkan Media Sosial dalam beberapa hari. Menko Polhukam Wiranto mengatakan:
"Untuk sementara, untuk menghindari berita bohong kepada masyarakat luas, akan kita.... Akses di media sosial tidak diaktifkan untuk mencegah itu tadi, hal negatif yang bisa berdampak ke masyarakat."
Ok lah fine, pemerintah bermaksud baik agar tidak terjadi  hal-hal yang tidak diinginkan seprti tindakan adu domba ataupun penyebaran berita hoak di medsos. Lalu dengan tindakan ini, dimanakah makna Demokrasi?

Lalu di saat situasi seperti inipun saya mulai ragu dengan sepenggal kata yang gue ingat di pelajaran PKN waktu sekolah, "Kebebasan setiap warga negara untuk menyampaikan ide atau pikiran secara lisan, tulisan dan perbuatan di muka umum sesuai dengan undang-undang yang berlaku."

Bukankah alangkah lebih baiknya kalau pemerintah tetap mengaktifkan media sosial, dan pemerintah dapat menindak penyalah gunaan media sosial sesuai undang-undang dan hukum yang berlaku. Bukankah dengan menonaktifkan media sosial pemerintah juga memperlambat rakyat untuk dapat mengetahui berita yang sebenarnya terjadi sekarang. Jangan sampai berita yang tersebar hanya berita yang diinginkan suatu pihak.

Dan dengan dinonaktifkannya medsos ini juga berdampak pada mata pencaharian bagi sebagian pengusaha. Contohnya banyak pengusaha furniture yang pemasarannya lewat medsos, penjualannya turun drastis. Dan ada juga temen gue yang biasanya jual baju lewat medsos, sejak kemarin murung karena gak bisa jualan.

Mungkin cukup sekian pendapat gue, jika ada keslahan pendapat ataupun pemahaman gue dibicarakan baik-baik. Dan gue menerima setiap kritik dan saran lewat kolom komentar dibawah. Ok kalau ada masalah ngobrol dulu, jangan main hujat ini bukan negara barbar men. See You, I Love Indonesia, I Love Persatuan. Siapapun yang jadi presiden tak masalah, yang penting tetap kerja (salam dari anak Golput). Untuk semua antusias boleh, goblok jangan.

Ikuti Berita Terbaru Kami