Lost in Long Island #Kamping Pulau Panjang Jepara - Anto Tenanan

    Social Items

Lost in Long Island #Kamping Pulau Panjang Jepara

Selamat weekend kawan semua, pada ngapain nih di akhir pekan? Ada yang di rumah saja, liburan, camping, backpacker, atau malah ada yang masih kerja? Apapun kegiatan kalian, semoga kalian semua selalu dalam lindungan tuhan dan sehat selalau. Di post gue kali ini gue akan berbagi cerita sekaligus ngejawab pertanyaan temen gue Ardi dari Semarang, ceritanya ardi mau trip ke
Jepara dan tempat yang dia tuju adalah pulau panjang. Dan gue akan bahas cerita camping gue di pulau Panjang Jepara pada Rabu, 20 Juni 2018 kemarin.
Rabu itu 20 Juni 2018 ceritanya gue berangkat kerja setelah libur lebaran, sesampainya di tempat kerja ternyata masih sepi. Tahu sendiri lah kalo orang jepara masuk kerja sebelum lebaran ketupat atau Bodo Kupat nama kerennya pasti mereka males masuk kerja, mereka baru semangat kerja kalau setelah bodo kupat. Dan pada waktu itu bodo kupat jatuh pada Jum'at 22 juni 2018. Karena sepi banget di tempat kerja gue cari-cari kesibukanlah dengan ngepo-ngepoin temen di Medsos sekaligus cari bahan gosipan, wkwkwk udah kyak ibu-ibu penunggang motor aja hehehe. Dan gak sia-sia gue ngepoin temen, tiba-tiba jam 11 an temen gue Whatsapp dan ngajakin gue untuk camping ke Pulau Panjang atau nama kerennya Long Island. Seperti kucing yang dikasih ikan tanpa basi-basi gue langsung iyain, dan siang itu pula gue cabut dari tempat kerja pulang ganti celana kolor bawa tas yang isinya gak penting banget langsung cabut.
Siang itu gue, cak Setiawan, dan Ferry Ariyant langsung berangkat dari rumah cak setiawan dengan mobil pickup menuju pantai kartini. Sesampainya di pantai kartini langsung cari tempat buat parkirin mobil, dan yang bener saja siang itu parkiran mobil full karena musim libur lebaran banyak orang yang nyeberang ke Pulau Karimun Jawa. Parkir mobilnya mape ke luar wilayah dermaga pantai kartini. Sesudah kita dapet parkiran mobil, kita langsung nyari temen namanya ridwan yang juga ingin ikut camping ini. Sesudah bertemu dengan ridwan, kita langsung nyari perahu buat nyeberang ke Pulau Panjang.
Tiket perahu ke pulau panjang
tiket perahu kalau kamping di pulau panjang


Untuk kalian yang ingin ke pulau panjang, kalian bisa nemuin perahu yang bisa nyeberangin lo ke pulau panjang di dalam area wisata pantain kartini. Tenang aja gampang banget kok nyari perahunya, karena perahu-perahu yang nyeberang sudah dikelola dengan baik dan ada loket pembelian tiketnya. sampainya di loket kita langsung membeli tiket, tiket normal per orang itu cuma 20 ribu. Tapi sore itu kita berempat harus membeli tiket dengan hara 2 kali lipat yaitu 40 ribu, alasan mereka sih karena kita camping harus bayar 40 ribu. Gue sih gak maslah bayar dua kali lipat dengan alasan karena kita nginep, tapi seenggaknya peraturan tersebut ditulis tertulis lah bukannya ditulis. Yang gue kecewain tuh gak ada tiket resminya dengan jumlah 40 ribu tersebut, tapi nominal dan aturan tersebut ditulis dengan tangan dibalik tiket biasa seolah-olah tuh seperti pungutan liar, apa jangan-jangan emang pungutan liar tauh ah biarin  mereka-mereka sendiri yang dosa kalaupun itu pungutan liar.
Perjalanan kamping ke pulau panjang

Sesudah kita dapat tiket dengan harga yang gak jelas 160 ribu per orang, sore itu sekitar jam 4 an kita langsung nyeberang dengan naik perahu sapta pesona no 12 kalau gak salah. Sekitar 15 menitan kita naik perahu sapta pesona akhirnya nyampai juga di pulau panjang, oh iya untuk ke pulau panjang kalian juga bisa naik perahu dari Pantai Tirto Samudro atau Pantai bandengan. Sesampainya kita di Pulau Panjang kita harus bayar tiket masuk lagi, tiket masuk pulau panjang sebesar 5000 rupiah.
Sesampainya di pulau panjang kita jalan kaki muter pulau panjang dengan maksud cari tempat camping yang rada sepi dan bagus tetunya, karena waktu itu di bagian depan pulau panjang atau dermaga sangat ramai sekali. Ternyata setelah kita muter pulau panjang tempat yang paling pas untuk camping adalah di sebelah depan pulau, karena di sebelah depan pulau ada pantai dan pasirnya mulai di pertengahan sebelah kiri pulau, belakang pulau dan sebelah kanan pulau sudah tidak ada pasirnya dari darat langsung laut. Entah kemana pasir-pasir tersebut entah terkena abrasi atau di jual, sekarang pulau panjang tak seindah waktu gue kecil dulu yang indah dan dikelilingi pantai atau ada pasirnya seperti laguna. Selain pasir pantai yang sudah berkurang, pulau panjang juga dipenuhi dengan sampah-sampah di pinggir-pinggir pulauya. Tolonglah kalian mikir kalau buang sampah jangan sembarangan bisa merusak alam, kalau lo mau buang pacar sembarangan itu sih gak apa-apa wkwkwk.
Tampak Depan Pulau Panjang

Setelah muter pulau kita putuskan untuk mendirikan tenda di sebelah depan pulau panjang untuk bermalam. Tapi saat kita mau mendirikan tenda, tiba-tiba ada orang tua sekitar 50 tahunan meminta kita bayar tiket lai untuk bermalam. Tapi kami coba lihat tiket yang ditawarkan orang tersebut, ternyata tiket tersebut sama dengan tiket masuk yang kita beli saat pertama masuk pulau panjang. Hadehhh dimana-mana kok dipenuhi dengan pungutan liar, gini nih akibat banyak pejabat yang korupsi jadi memberi contoh rakyatnya. Setelah kita rasa dapat tempat yang cocok, kita mendirikan tenda di depan pohon cemara. Kita tidak berani mengaitkan tali tenda di pohon cemara, karena ada tulisan larangan untuk tidak melakukan hal tersebut.
Pelangi di matamu pulau panjang

Setelah tenda berdiri sekitar jam 6 sore kita cari tempat untuk bersih-bersih badan, tenang aja di pulau panjang ada toilet dan musholla kok. Setelah bersih-bersih kita bagi tugas Ferry dan ridwan masak di dekat tenda, dan gue dan cak Setiawan cari kayu bakar untuk buat api unggun. Kalau lo mau camping di pulau panjang dan buat api unggun, jangan lupa untuk membersihkan bekasnya. Semalaman kita habisakan waktu dengan main kartu dan saling bercengkerama, sampai sekitar jam 1 malaman kita masuk ke tenda untuk tidur karena anginnya bener-bener kencang dan ombaknya tambah besar.
Di pagi harinya kita bangun dan mau berenang-renang cantik di pantai, tapi kita urungkan niat tersebut karena air lautnya yang kotor mungkin karena ombak semalam. Saat kita mau beres-beres tenda ada pedagang yang datang untuk jualan di pulau panjang, dan dengan Pedenya pedagang tersebut membuat tenda jualan dengan mengikat tali di pohon cemara. Padahal kita semalam gak berani engikat tali di pohon cemara tersebut, kok ini dengan pedenya pedagang tersebut mengikat tali tenda di pohon cemara. Dimana para petugas yang mengingatkan kita kemarin sore? Where are you?
Setelah kita beres-beres kita langsung nunggu perahu untuk kembali ke Pantai Kartini, karena kita kelaparan kita buru-buru nyeberang ke Pantai Kartini.
Tampak kura-kura pantai kartini di perjalanan pulang dari pulau panjang

Begitulah sedikit kisah gue dan temen gue kamping di pulau panjang, gue rasa sih pengalaman itu biasa aja belum nemu serunya mungkin lain kali bisa diulang kembali. Sebenernya pas semalam Gue dan cak Setiawan cari kayu bakar ke dalam hutan Pulau Panjang kita mengalami pengalaman yang cukup mistis, tapi karena blog ini bukan untuk mistis-mistis jadi gue enggak ceritain, tapi kalo lo penasaran lo bisa tanya di kolom komentar. Saran gue dimanapun lo berlibur ataupun berkunjung lo hormati semjua yang ada di tempat tersebut jangan merusak, mencoret-coret, ataupun mengotori tempat tersebut, berperilakulan dengan baik jika lo segan dengan orang lain lo juga pasti disegani orang lain. Ok sekian dulu dan selamat berakhir pekan, see you. #pulaupanjang

Lost in Long Island #Kamping Pulau Panjang Jepara

Lost in Long Island #Kamping Pulau Panjang Jepara

Selamat weekend kawan semua, pada ngapain nih di akhir pekan? Ada yang di rumah saja, liburan, camping, backpacker, atau malah ada yang masih kerja? Apapun kegiatan kalian, semoga kalian semua selalu dalam lindungan tuhan dan sehat selalau. Di post gue kali ini gue akan berbagi cerita sekaligus ngejawab pertanyaan temen gue Ardi dari Semarang, ceritanya ardi mau trip ke
Jepara dan tempat yang dia tuju adalah pulau panjang. Dan gue akan bahas cerita camping gue di pulau Panjang Jepara pada Rabu, 20 Juni 2018 kemarin.
Rabu itu 20 Juni 2018 ceritanya gue berangkat kerja setelah libur lebaran, sesampainya di tempat kerja ternyata masih sepi. Tahu sendiri lah kalo orang jepara masuk kerja sebelum lebaran ketupat atau Bodo Kupat nama kerennya pasti mereka males masuk kerja, mereka baru semangat kerja kalau setelah bodo kupat. Dan pada waktu itu bodo kupat jatuh pada Jum'at 22 juni 2018. Karena sepi banget di tempat kerja gue cari-cari kesibukanlah dengan ngepo-ngepoin temen di Medsos sekaligus cari bahan gosipan, wkwkwk udah kyak ibu-ibu penunggang motor aja hehehe. Dan gak sia-sia gue ngepoin temen, tiba-tiba jam 11 an temen gue Whatsapp dan ngajakin gue untuk camping ke Pulau Panjang atau nama kerennya Long Island. Seperti kucing yang dikasih ikan tanpa basi-basi gue langsung iyain, dan siang itu pula gue cabut dari tempat kerja pulang ganti celana kolor bawa tas yang isinya gak penting banget langsung cabut.
Siang itu gue, cak Setiawan, dan Ferry Ariyant langsung berangkat dari rumah cak setiawan dengan mobil pickup menuju pantai kartini. Sesampainya di pantai kartini langsung cari tempat buat parkirin mobil, dan yang bener saja siang itu parkiran mobil full karena musim libur lebaran banyak orang yang nyeberang ke Pulau Karimun Jawa. Parkir mobilnya mape ke luar wilayah dermaga pantai kartini. Sesudah kita dapet parkiran mobil, kita langsung nyari temen namanya ridwan yang juga ingin ikut camping ini. Sesudah bertemu dengan ridwan, kita langsung nyari perahu buat nyeberang ke Pulau Panjang.
Tiket perahu ke pulau panjang
tiket perahu kalau kamping di pulau panjang


Untuk kalian yang ingin ke pulau panjang, kalian bisa nemuin perahu yang bisa nyeberangin lo ke pulau panjang di dalam area wisata pantain kartini. Tenang aja gampang banget kok nyari perahunya, karena perahu-perahu yang nyeberang sudah dikelola dengan baik dan ada loket pembelian tiketnya. sampainya di loket kita langsung membeli tiket, tiket normal per orang itu cuma 20 ribu. Tapi sore itu kita berempat harus membeli tiket dengan hara 2 kali lipat yaitu 40 ribu, alasan mereka sih karena kita camping harus bayar 40 ribu. Gue sih gak maslah bayar dua kali lipat dengan alasan karena kita nginep, tapi seenggaknya peraturan tersebut ditulis tertulis lah bukannya ditulis. Yang gue kecewain tuh gak ada tiket resminya dengan jumlah 40 ribu tersebut, tapi nominal dan aturan tersebut ditulis dengan tangan dibalik tiket biasa seolah-olah tuh seperti pungutan liar, apa jangan-jangan emang pungutan liar tauh ah biarin  mereka-mereka sendiri yang dosa kalaupun itu pungutan liar.
Perjalanan kamping ke pulau panjang

Sesudah kita dapat tiket dengan harga yang gak jelas 160 ribu per orang, sore itu sekitar jam 4 an kita langsung nyeberang dengan naik perahu sapta pesona no 12 kalau gak salah. Sekitar 15 menitan kita naik perahu sapta pesona akhirnya nyampai juga di pulau panjang, oh iya untuk ke pulau panjang kalian juga bisa naik perahu dari Pantai Tirto Samudro atau Pantai bandengan. Sesampainya kita di Pulau Panjang kita harus bayar tiket masuk lagi, tiket masuk pulau panjang sebesar 5000 rupiah.
Sesampainya di pulau panjang kita jalan kaki muter pulau panjang dengan maksud cari tempat camping yang rada sepi dan bagus tetunya, karena waktu itu di bagian depan pulau panjang atau dermaga sangat ramai sekali. Ternyata setelah kita muter pulau panjang tempat yang paling pas untuk camping adalah di sebelah depan pulau, karena di sebelah depan pulau ada pantai dan pasirnya mulai di pertengahan sebelah kiri pulau, belakang pulau dan sebelah kanan pulau sudah tidak ada pasirnya dari darat langsung laut. Entah kemana pasir-pasir tersebut entah terkena abrasi atau di jual, sekarang pulau panjang tak seindah waktu gue kecil dulu yang indah dan dikelilingi pantai atau ada pasirnya seperti laguna. Selain pasir pantai yang sudah berkurang, pulau panjang juga dipenuhi dengan sampah-sampah di pinggir-pinggir pulauya. Tolonglah kalian mikir kalau buang sampah jangan sembarangan bisa merusak alam, kalau lo mau buang pacar sembarangan itu sih gak apa-apa wkwkwk.
Tampak Depan Pulau Panjang

Setelah muter pulau kita putuskan untuk mendirikan tenda di sebelah depan pulau panjang untuk bermalam. Tapi saat kita mau mendirikan tenda, tiba-tiba ada orang tua sekitar 50 tahunan meminta kita bayar tiket lai untuk bermalam. Tapi kami coba lihat tiket yang ditawarkan orang tersebut, ternyata tiket tersebut sama dengan tiket masuk yang kita beli saat pertama masuk pulau panjang. Hadehhh dimana-mana kok dipenuhi dengan pungutan liar, gini nih akibat banyak pejabat yang korupsi jadi memberi contoh rakyatnya. Setelah kita rasa dapat tempat yang cocok, kita mendirikan tenda di depan pohon cemara. Kita tidak berani mengaitkan tali tenda di pohon cemara, karena ada tulisan larangan untuk tidak melakukan hal tersebut.
Pelangi di matamu pulau panjang

Setelah tenda berdiri sekitar jam 6 sore kita cari tempat untuk bersih-bersih badan, tenang aja di pulau panjang ada toilet dan musholla kok. Setelah bersih-bersih kita bagi tugas Ferry dan ridwan masak di dekat tenda, dan gue dan cak Setiawan cari kayu bakar untuk buat api unggun. Kalau lo mau camping di pulau panjang dan buat api unggun, jangan lupa untuk membersihkan bekasnya. Semalaman kita habisakan waktu dengan main kartu dan saling bercengkerama, sampai sekitar jam 1 malaman kita masuk ke tenda untuk tidur karena anginnya bener-bener kencang dan ombaknya tambah besar.
Di pagi harinya kita bangun dan mau berenang-renang cantik di pantai, tapi kita urungkan niat tersebut karena air lautnya yang kotor mungkin karena ombak semalam. Saat kita mau beres-beres tenda ada pedagang yang datang untuk jualan di pulau panjang, dan dengan Pedenya pedagang tersebut membuat tenda jualan dengan mengikat tali di pohon cemara. Padahal kita semalam gak berani engikat tali di pohon cemara tersebut, kok ini dengan pedenya pedagang tersebut mengikat tali tenda di pohon cemara. Dimana para petugas yang mengingatkan kita kemarin sore? Where are you?
Setelah kita beres-beres kita langsung nunggu perahu untuk kembali ke Pantai Kartini, karena kita kelaparan kita buru-buru nyeberang ke Pantai Kartini.
Tampak kura-kura pantai kartini di perjalanan pulang dari pulau panjang

Begitulah sedikit kisah gue dan temen gue kamping di pulau panjang, gue rasa sih pengalaman itu biasa aja belum nemu serunya mungkin lain kali bisa diulang kembali. Sebenernya pas semalam Gue dan cak Setiawan cari kayu bakar ke dalam hutan Pulau Panjang kita mengalami pengalaman yang cukup mistis, tapi karena blog ini bukan untuk mistis-mistis jadi gue enggak ceritain, tapi kalo lo penasaran lo bisa tanya di kolom komentar. Saran gue dimanapun lo berlibur ataupun berkunjung lo hormati semjua yang ada di tempat tersebut jangan merusak, mencoret-coret, ataupun mengotori tempat tersebut, berperilakulan dengan baik jika lo segan dengan orang lain lo juga pasti disegani orang lain. Ok sekian dulu dan selamat berakhir pekan, see you. #pulaupanjang

Load comments