Halaman

    Social Items


Halaman depan Sleep & Sleep

Tanggal merah dan libur panjang atau long weekend bahasa kerennya, adalah sesuatu yang sangat ditunggu-tunggu terutama bagi karyawan yang sudah cukup stress dengan kerjaan. Ya seperti gue inilah, yang udah stress banget dengan kerjaan. Jum’at 30 Maret 2018 menjadi hari yang gue tunggu, karena di hari itu
jadi hari libur yang bertepatan dengan hari wafatnya Isa Almasih. Tapi sayang di hari tersebut kantor gue tetep masuk dan liburnya diganti hari sabtu 31 Maret 2018, maklum bisa dioper kayak bola soalnya hari kerja di kantor gue 6 hari kerja (Sabtu setengah hari). Akhirnya gue jalanin takdir gue sebagai karyawan yang bukan teladan, masuk kerja seperti biasanya. Dan di sela-sela kesetresan menghadapi kerjaan, sempat terpikirkan di pikiran gue untuk backpackeran.

Gue coba browsing-browsing cari info tempat tujuan sekaligus cari-cari promo, siapa tahu dapet gratisan hehe. Dan dapetlah gue info ada Festival Durian KAI ACCES di 3 stasiun yaitu Stasiun Jember, Stasiun Madiun, dan Stasiun Purwokerto. Dan pada akhirnya gue putusin untuk berangkat ke purwokerto.
Setelah dapet tempat tujuan, waktunya gue mengatur rencana agar budget gue bisa seminim-minimnya hehe. Akhirnya gue putusin untuk nebeng manajer gue sampai semarang, abis itu nginep di rumah temen semalem, dan besoknya langsung naik kereta ke purwokerto.
Akhirnya gue nebeng manajer gue sampai kawasan kota lama, gue sampai di kota lama sih sekitar jam 10 malam karena gue berangkat dari Jepara jam 8 malam. Harusnya sih berangkat ke semarang jam setengah 4 sore berhubung ada muat container di pabrik jadi molor ampe jam 8 malam. Karena sampai Semarang dah larut malam, akhirnya gue putusin untuk cari penginapan saja. Malu juga sih kalau malem-malem ke rumah temen hanya untuk sekedar numpang tidur.
Cukup sulit juga sih cari penginapan di semarang yang sesuai selera saya, yang harganya murah tentunya. Setelah gue cari-cari akhirnya dapet juga penginapan murah, nama penginapannya Sleep & Sleep Capsule Kota Lama. Langsung gue pesen lewat Traveloka, kebetulan masih ada 1 ruangan kosong di room level 3. Gue dapet harga room level 3 sebesar 39ribu rupiah, dan harga itu harga yang paling murah di antara penginapan-penginapan lain yang gue lihat di Traveloka.
Halaman depan Sleep & Sleep
Halaman depan Sleep & Sleep

Setelah voucher hotelnya diterbitin traveloka gue langsung jalan kaki ke Sleep & Sleep Capsule Kota Lama yang berada di Jl. Imam Bonjol No.15-17, Semarang Utara, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50173. Sesampainya di Sleep & Sleep gue langsung menuju resepsionis untuk chekin. Saat proses checkin ternyata kamar yang gue pesen udah penuh, dan akhirnya kamar gue yang sebelumnya di level 3 dapat ganti di level 2 seharga 49ribu 473 rupiah, lumayan sih gak perlu bayar biaya tambahan. Menang banyak lah pokoknya, hehehe.
Ruang Tamu Sleep & SleepRuang Tamu Sleep & SleepRuang Tamu Sleep & Sleep

Saat pertama masuk di sebelah resepsionis lo akan menemui ruangan yang bisa berfungsi sebagai tempat makan dan tempat untuk santai-santai juga. Ada beberapa kursi dan meja untuk makan serta sofa layaknya ruang tamu, dan ada juga Tv. Tapi di ruangan sebelah resepsionis ada yang unik dan mebuat gue tertarik yaitu ada barisan kursi dengan dekorasi bergaya seperti layaknya kursi di dalam pesawat terbang. Di sepanjang jalan menuju kamar, jalannya tuh unik ada markah jalannya yang menuntun kita menuju kamar.
Lorong menuju kamar Sleep & Sleep
Lorong menuju kamar Sleep & Sleep

Di lorong luar ruangan tidur, terdapat beberapa locker yang disediakan beserta kuncinya untuk menyimpan barang pengunjung. Saat masuk ke reuangan tidur saya melihat ranjang yang bertingkat 2 dan di ruangan sebelah ranjangnya bertingkat 3. Pada awalnya gue pikir kamar level 3 itu berada di lantai 3, karena dari luar terlihat bangunan Sleep & Sleep bertingkat. Ternyata dugaan gue salah, Sleep & Sleep hanya punya satu lantai, yang terlihat bangunan bertingkat itu ternyata bangunan Universitas AKI yang berada di samping bangunan Sleep & Sleep. Jadi jika lo dapat room level 3 berarti ranjang lo ada di ranjang paling atas (ranjang tingkat tiga), jika lo dapat room level 2 berarti ranjang lo ada di ranjang tingkat dua dan lo harus memenjat tangga untuk masuk ke kamar tidur lo. Tak usah ditanya lagi kalau room level 1 berarti ranjang yang paling bawah, dan tak perlu memanjat tangga.
Kamar tidur Sleep & Sleep
Kamar tidur Sleep & Sleep

Seperti konsepnya sebagai penginapan kapsul, di dalam kamar tidur hanya muat satu orang dengan satu springbed dengan ukuran kurang lebih 100x200cm. Didalam kamar hanya terdapat satu springbed, satu bantal, satu lampu beserta switch dan satu stop kontak untuk keperluan charger. Di kamar tidak ada selimut, jika anda butuh selimut anda bisa memintanya di resepsionis dengan biaya tambahan sekitar 10ribu kalau tidak salah. Antar kamar tidur itu disekat dengan bahan sejenis metal dan ditutup dengan korden, jadi kalau lo ngorok atau lo nendang skat, lo akan mengganggu penghuni sebelah kamar lo. Ruang tidur dilengkapi dengan 2 buah AC di ujung-ujung ruangan. Di ujung ruangan tidur terdapat beberapa kamar mandi dan wc juga, Sleep & Sleep menyediakan alat mandi tapi dengan biaya tambahan (opsional) kalau tidak salah sih sekitar 10 ribu juga.
Ruang Tidur Sleep & Sleep
Ruang Tidur Sleep & Sleep

Intinya selama gue nginep di Sleep & Sleep gue merasa nyaman. Gue seneng dengan konsep yang dihadirkan Sleep & Sleep, yang membawa kita seolah berada di dalam area pesawat cargo. Konsep yang tertatapa rapi didukung dengan kebersihan serta pelayanan yang ramah menambah kenyamanan kita dalam bersistirahat. Meski antar kamar tidur hanya di sekat dengan bahan sejenis metal yang tidak kedap suara, tapi gue sih nyaman-nyaman aja tidur disana buktinya gue ampe kesiangan bangunnya dan ketinggalan kereta ke purwokerto (mungkin lagi beruntung gak dapet tetangga kamar yang resek hehe). Untuk Sleep & Sleep gue ada saran, gimana kalau di masing-masing kamar di kasih floating shelf (sejenis tundan) yang dapat dilipat. Floating selfnya berfungsi untuk menaruh sesuatu, dan bisa dilipat untuk menyembunyikan floating shelf saat tidak kita gunain agar tetap minimakis.
Oh ya cukup sekian dulu ya review gue kali ini, jika ada pertanyaan silahkan komentar di kolom yang tersedia. Dan apabila ada kesalahan kata yang tidak berkenan mohon dimaklumi, karna gue hanyalah manusia biasa yang baru belajar nulis. Semangat dan #Letsguides #Sleep&Sleep


Booking Hotel Murah Cuma 30 Ribuan


Halaman depan Sleep & Sleep

Tanggal merah dan libur panjang atau long weekend bahasa kerennya, adalah sesuatu yang sangat ditunggu-tunggu terutama bagi karyawan yang sudah cukup stress dengan kerjaan. Ya seperti gue inilah, yang udah stress banget dengan kerjaan. Jum’at 30 Maret 2018 menjadi hari yang gue tunggu, karena di hari itu
jadi hari libur yang bertepatan dengan hari wafatnya Isa Almasih. Tapi sayang di hari tersebut kantor gue tetep masuk dan liburnya diganti hari sabtu 31 Maret 2018, maklum bisa dioper kayak bola soalnya hari kerja di kantor gue 6 hari kerja (Sabtu setengah hari). Akhirnya gue jalanin takdir gue sebagai karyawan yang bukan teladan, masuk kerja seperti biasanya. Dan di sela-sela kesetresan menghadapi kerjaan, sempat terpikirkan di pikiran gue untuk backpackeran.

Gue coba browsing-browsing cari info tempat tujuan sekaligus cari-cari promo, siapa tahu dapet gratisan hehe. Dan dapetlah gue info ada Festival Durian KAI ACCES di 3 stasiun yaitu Stasiun Jember, Stasiun Madiun, dan Stasiun Purwokerto. Dan pada akhirnya gue putusin untuk berangkat ke purwokerto.
Setelah dapet tempat tujuan, waktunya gue mengatur rencana agar budget gue bisa seminim-minimnya hehe. Akhirnya gue putusin untuk nebeng manajer gue sampai semarang, abis itu nginep di rumah temen semalem, dan besoknya langsung naik kereta ke purwokerto.
Akhirnya gue nebeng manajer gue sampai kawasan kota lama, gue sampai di kota lama sih sekitar jam 10 malam karena gue berangkat dari Jepara jam 8 malam. Harusnya sih berangkat ke semarang jam setengah 4 sore berhubung ada muat container di pabrik jadi molor ampe jam 8 malam. Karena sampai Semarang dah larut malam, akhirnya gue putusin untuk cari penginapan saja. Malu juga sih kalau malem-malem ke rumah temen hanya untuk sekedar numpang tidur.
Cukup sulit juga sih cari penginapan di semarang yang sesuai selera saya, yang harganya murah tentunya. Setelah gue cari-cari akhirnya dapet juga penginapan murah, nama penginapannya Sleep & Sleep Capsule Kota Lama. Langsung gue pesen lewat Traveloka, kebetulan masih ada 1 ruangan kosong di room level 3. Gue dapet harga room level 3 sebesar 39ribu rupiah, dan harga itu harga yang paling murah di antara penginapan-penginapan lain yang gue lihat di Traveloka.
Halaman depan Sleep & Sleep
Halaman depan Sleep & Sleep

Setelah voucher hotelnya diterbitin traveloka gue langsung jalan kaki ke Sleep & Sleep Capsule Kota Lama yang berada di Jl. Imam Bonjol No.15-17, Semarang Utara, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50173. Sesampainya di Sleep & Sleep gue langsung menuju resepsionis untuk chekin. Saat proses checkin ternyata kamar yang gue pesen udah penuh, dan akhirnya kamar gue yang sebelumnya di level 3 dapat ganti di level 2 seharga 49ribu 473 rupiah, lumayan sih gak perlu bayar biaya tambahan. Menang banyak lah pokoknya, hehehe.
Ruang Tamu Sleep & SleepRuang Tamu Sleep & SleepRuang Tamu Sleep & Sleep

Saat pertama masuk di sebelah resepsionis lo akan menemui ruangan yang bisa berfungsi sebagai tempat makan dan tempat untuk santai-santai juga. Ada beberapa kursi dan meja untuk makan serta sofa layaknya ruang tamu, dan ada juga Tv. Tapi di ruangan sebelah resepsionis ada yang unik dan mebuat gue tertarik yaitu ada barisan kursi dengan dekorasi bergaya seperti layaknya kursi di dalam pesawat terbang. Di sepanjang jalan menuju kamar, jalannya tuh unik ada markah jalannya yang menuntun kita menuju kamar.
Lorong menuju kamar Sleep & Sleep
Lorong menuju kamar Sleep & Sleep

Di lorong luar ruangan tidur, terdapat beberapa locker yang disediakan beserta kuncinya untuk menyimpan barang pengunjung. Saat masuk ke reuangan tidur saya melihat ranjang yang bertingkat 2 dan di ruangan sebelah ranjangnya bertingkat 3. Pada awalnya gue pikir kamar level 3 itu berada di lantai 3, karena dari luar terlihat bangunan Sleep & Sleep bertingkat. Ternyata dugaan gue salah, Sleep & Sleep hanya punya satu lantai, yang terlihat bangunan bertingkat itu ternyata bangunan Universitas AKI yang berada di samping bangunan Sleep & Sleep. Jadi jika lo dapat room level 3 berarti ranjang lo ada di ranjang paling atas (ranjang tingkat tiga), jika lo dapat room level 2 berarti ranjang lo ada di ranjang tingkat dua dan lo harus memenjat tangga untuk masuk ke kamar tidur lo. Tak usah ditanya lagi kalau room level 1 berarti ranjang yang paling bawah, dan tak perlu memanjat tangga.
Kamar tidur Sleep & Sleep
Kamar tidur Sleep & Sleep

Seperti konsepnya sebagai penginapan kapsul, di dalam kamar tidur hanya muat satu orang dengan satu springbed dengan ukuran kurang lebih 100x200cm. Didalam kamar hanya terdapat satu springbed, satu bantal, satu lampu beserta switch dan satu stop kontak untuk keperluan charger. Di kamar tidak ada selimut, jika anda butuh selimut anda bisa memintanya di resepsionis dengan biaya tambahan sekitar 10ribu kalau tidak salah. Antar kamar tidur itu disekat dengan bahan sejenis metal dan ditutup dengan korden, jadi kalau lo ngorok atau lo nendang skat, lo akan mengganggu penghuni sebelah kamar lo. Ruang tidur dilengkapi dengan 2 buah AC di ujung-ujung ruangan. Di ujung ruangan tidur terdapat beberapa kamar mandi dan wc juga, Sleep & Sleep menyediakan alat mandi tapi dengan biaya tambahan (opsional) kalau tidak salah sih sekitar 10 ribu juga.
Ruang Tidur Sleep & Sleep
Ruang Tidur Sleep & Sleep

Intinya selama gue nginep di Sleep & Sleep gue merasa nyaman. Gue seneng dengan konsep yang dihadirkan Sleep & Sleep, yang membawa kita seolah berada di dalam area pesawat cargo. Konsep yang tertatapa rapi didukung dengan kebersihan serta pelayanan yang ramah menambah kenyamanan kita dalam bersistirahat. Meski antar kamar tidur hanya di sekat dengan bahan sejenis metal yang tidak kedap suara, tapi gue sih nyaman-nyaman aja tidur disana buktinya gue ampe kesiangan bangunnya dan ketinggalan kereta ke purwokerto (mungkin lagi beruntung gak dapet tetangga kamar yang resek hehe). Untuk Sleep & Sleep gue ada saran, gimana kalau di masing-masing kamar di kasih floating shelf (sejenis tundan) yang dapat dilipat. Floating selfnya berfungsi untuk menaruh sesuatu, dan bisa dilipat untuk menyembunyikan floating shelf saat tidak kita gunain agar tetap minimakis.
Oh ya cukup sekian dulu ya review gue kali ini, jika ada pertanyaan silahkan komentar di kolom yang tersedia. Dan apabila ada kesalahan kata yang tidak berkenan mohon dimaklumi, karna gue hanyalah manusia biasa yang baru belajar nulis. Semangat dan #Letsguides #Sleep&Sleep


Ikuti Berita Terbaru Kami