Fall Holiday in Akar Seribu - Anto Tenanan
Jalan-jalan di akar seribu

Ini post pertama gue tentang travelling di blog ini sekaligus postingan ketiga setelah dua postingan bisnis gak jelas gue, dan akhirnya gue baru sadar ternyata dikit banget postingan gue di blog ini. Harusnya sih gue posting tentang trading karena ada yang request postingan tersebut, karena gue kesemangatan abis nonton Adis Takdos di Kick Andy yang sukses dengan travel bloggernya yang terkenal dengan budget pelit namun sombong itu makanya gue terinspirasi mau posting tentang travelling.
Di weekend kali ini gue travelling deket-deket rumah aja, Cuma empat puluh menitan dari rumah gue yang berada di (Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara) pake motor. Tempat yang gue tuju kali ini namanya Akar Seribu yang berada di Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara.
Kalo ada yang tanya “Kenapa sih judulnya Fall Holiday in Akar Seribu? Harusnya kan seneng kalo weekend?” Elo tau gak seharusnya weekend gue tuh bangun tidur, makan, maen game, dan terus gue ulangi seharian.
Wkwkwk karena dengan maen game dan molor gue bisa terbebas dari pergaulan bebas, dan tentunya gue menemukan surga gue di dunia.
“Lah kenapa gak lo tidur, dan maen game aja seharian? Malah kluyuran.” Karena tuh temen gue ada yang kameranya baru dan ngajkin hunting sambil Dia belajar fotografi. Sebenarnya sih gak fall weekend gue Cuma untuk judulnya aja biar keren, karena gue juga bisa dapat tumpangan gratis dan hanya ngeluarin duit 5000 rupiah untuk tiket masuk (karena jajannya bawa ndiri dari rumah, hehe), dan gue juga bisa ngetes kamera baru gue (Sony QX10) yang baru datang kamis kemarin. Cieee yang baru kameranya.
Meskipun akar seribu deket dari rumah gue, ini baru kedua kalinya gue kesana. Saat sampe di akar seribu gue kaget karena dulu pas kesana masih berupa hutan belum ada bangunannya dan masih gratis, sekarang udah dibangun dan ada tiket masuknya sebesar 5000 rupiah. Pas gue masuk ke area wisata akar seribu langsung cari parkiran, dan dideket parkiran ternyata ada kebun binatangnya meski hewannya baru dikit sih.
Di kebun binatangnya ada Burung Jalak Bali, Kijang, dan binatang yang sering gonat-ganti perempuan yaitu buaya. Pas gue lagi lihat-lihat binatang, tiba-tiba ada yang menarik perhatian gue dari atas tebing. Gue melihat ada tiga rumah pohon di atas tebing, kalo disini sih disebut gardu pandang. Dan gue langsung ngajak temen gue keatas, Tak kirain deket! Ternyata cukup membuat gue berkeringat. Dan ada lagi yang membuat gue berkeringat serta merinding, ternyata ada dua kuburan dalam perjalanan menuju ke rumah pohon. Entah kuburan orang seperti apa itu gue gak tahu, yang gue tahu di agama gue seharusnya gak boleh ada bangunan berlebihan di kuburan entah itu dikijing dan diberi atap. Meski ilmu agama gue pas-pasan dan sering lalai tapi gue inget hadits waktu masih sekolah yang intinya kuburan itu seharusnya rata dengan tanah. Udahlah gak usah diterusin tentang agama entar postingan gue di banedd karena SARA. Eh satu lagi, tadi gue pas di parkiran gue lihat ada mata air dan ada bunga dan sesajinya, yang kaya gitu jangan ditiru karena bisa musrik dan makanannya bisa gue ambil juga sih.
Dalam perjalanan menuju rumah pohon, kita bisa melihat pemandangan yang keren dan ada juga tebing yang cocok untuk foto-foto.
Sesampainya dilokasi rumah pohon, ternyata cukup banyak pengunjungnya. Mungkin karena hari minggu jadi cukup ramai, ada muda-mudi dan ada juga ortu yang membawa anaknya. Gue ada saran untuk orang tua yang membawa anaknya, “jaga terus anaknya, dan jangan membawa anaknya ketempat yang membahayakan anaknya.”
Saat gue di lokasi rumah pohon, gue teratarik dan langsung menuju ke salah satu rumah pohon yang ada bangku dan mejanya. Setelah mau naik ke salah satu rumah pohon ternyata gue harus antri dulu karena ada banyak pengunjung yang ingin naik ke rumah pohon.
Saat gue ngantri gue lihat dua cewe lagi naik tangga ke rumah pohon, gue cengin aja “ Dari pada manjat tangga, mending manjat hati abang aja neng.” Wkwkwk ternyata gak ilang-ilang juga kelakuan buruk gue.  Maaf ya neng ini abang posting foto neng waktu di rumah pohon, kalo neng lihat dan gak terima bisa komen agar abang hapus fotonya dari blog ini. Tapi sih abang gak bisa hapus eneng dari hati abang, hahahah.

Setelah puas gue nikmatin pemandangan di atas, gue turun dan langsung menuju ke ikon wisata akar seribu yaitu pohon dengan banyak akar. Gue sih penasaran dengan akar yang ada di pohon itu apa benar ada seribu? “Untuk pengelola, tolong itungan ya jumlah akar di pohon tersebut?” wkwkwk
Di lokasi pohon dengan entah berapa akar ternyata ramai juga, sekarang ada warung-warung dan gazebo-gazebo, serta ada tempat main anak seperti ayunan dan seluncuran. Dan gue juga ngelihat ada kegiatan dari PMR MAN Bawu Jepara, gini nih yang gue suka kegiatan positif ditempat wisata. Gue harap sih semua tempat wisata bisa untuk kegiatan positif, bukan hanya tempat senang-senang doang apalagi sampe jadi tempat mesum. Dan masih dilokasi pohon dengan banyak akar temen gue yang ngajakin kesini namanya Bos Iwan minta di foto di ikon wisata ini. “Ok bos, gue layanin permintaan loe karna gue udah loe tebengin.” Heheh.

Udah dulu nih postingan gue kalo loe mau datang ke akar seribu dan loe bingung dan gak tau arah kesana, loe hubungin aja gue insyaallah gue bantu. Tenang aja di akar seribu fasilitas lengkap ada warung, toilet, dan musholla juga.


Jadi Kapan loe ke Akar Seribu? See you.

Fall Holiday in Akar Seribu

Jalan-jalan di akar seribu

Ini post pertama gue tentang travelling di blog ini sekaligus postingan ketiga setelah dua postingan bisnis gak jelas gue, dan akhirnya gue baru sadar ternyata dikit banget postingan gue di blog ini. Harusnya sih gue posting tentang trading karena ada yang request postingan tersebut, karena gue kesemangatan abis nonton Adis Takdos di Kick Andy yang sukses dengan travel bloggernya yang terkenal dengan budget pelit namun sombong itu makanya gue terinspirasi mau posting tentang travelling.
Di weekend kali ini gue travelling deket-deket rumah aja, Cuma empat puluh menitan dari rumah gue yang berada di (Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara) pake motor. Tempat yang gue tuju kali ini namanya Akar Seribu yang berada di Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara.
Kalo ada yang tanya “Kenapa sih judulnya Fall Holiday in Akar Seribu? Harusnya kan seneng kalo weekend?” Elo tau gak seharusnya weekend gue tuh bangun tidur, makan, maen game, dan terus gue ulangi seharian.
Wkwkwk karena dengan maen game dan molor gue bisa terbebas dari pergaulan bebas, dan tentunya gue menemukan surga gue di dunia.
“Lah kenapa gak lo tidur, dan maen game aja seharian? Malah kluyuran.” Karena tuh temen gue ada yang kameranya baru dan ngajkin hunting sambil Dia belajar fotografi. Sebenarnya sih gak fall weekend gue Cuma untuk judulnya aja biar keren, karena gue juga bisa dapat tumpangan gratis dan hanya ngeluarin duit 5000 rupiah untuk tiket masuk (karena jajannya bawa ndiri dari rumah, hehe), dan gue juga bisa ngetes kamera baru gue (Sony QX10) yang baru datang kamis kemarin. Cieee yang baru kameranya.
Meskipun akar seribu deket dari rumah gue, ini baru kedua kalinya gue kesana. Saat sampe di akar seribu gue kaget karena dulu pas kesana masih berupa hutan belum ada bangunannya dan masih gratis, sekarang udah dibangun dan ada tiket masuknya sebesar 5000 rupiah. Pas gue masuk ke area wisata akar seribu langsung cari parkiran, dan dideket parkiran ternyata ada kebun binatangnya meski hewannya baru dikit sih.
Di kebun binatangnya ada Burung Jalak Bali, Kijang, dan binatang yang sering gonat-ganti perempuan yaitu buaya. Pas gue lagi lihat-lihat binatang, tiba-tiba ada yang menarik perhatian gue dari atas tebing. Gue melihat ada tiga rumah pohon di atas tebing, kalo disini sih disebut gardu pandang. Dan gue langsung ngajak temen gue keatas, Tak kirain deket! Ternyata cukup membuat gue berkeringat. Dan ada lagi yang membuat gue berkeringat serta merinding, ternyata ada dua kuburan dalam perjalanan menuju ke rumah pohon. Entah kuburan orang seperti apa itu gue gak tahu, yang gue tahu di agama gue seharusnya gak boleh ada bangunan berlebihan di kuburan entah itu dikijing dan diberi atap. Meski ilmu agama gue pas-pasan dan sering lalai tapi gue inget hadits waktu masih sekolah yang intinya kuburan itu seharusnya rata dengan tanah. Udahlah gak usah diterusin tentang agama entar postingan gue di banedd karena SARA. Eh satu lagi, tadi gue pas di parkiran gue lihat ada mata air dan ada bunga dan sesajinya, yang kaya gitu jangan ditiru karena bisa musrik dan makanannya bisa gue ambil juga sih.
Dalam perjalanan menuju rumah pohon, kita bisa melihat pemandangan yang keren dan ada juga tebing yang cocok untuk foto-foto.
Sesampainya dilokasi rumah pohon, ternyata cukup banyak pengunjungnya. Mungkin karena hari minggu jadi cukup ramai, ada muda-mudi dan ada juga ortu yang membawa anaknya. Gue ada saran untuk orang tua yang membawa anaknya, “jaga terus anaknya, dan jangan membawa anaknya ketempat yang membahayakan anaknya.”
Saat gue di lokasi rumah pohon, gue teratarik dan langsung menuju ke salah satu rumah pohon yang ada bangku dan mejanya. Setelah mau naik ke salah satu rumah pohon ternyata gue harus antri dulu karena ada banyak pengunjung yang ingin naik ke rumah pohon.
Saat gue ngantri gue lihat dua cewe lagi naik tangga ke rumah pohon, gue cengin aja “ Dari pada manjat tangga, mending manjat hati abang aja neng.” Wkwkwk ternyata gak ilang-ilang juga kelakuan buruk gue.  Maaf ya neng ini abang posting foto neng waktu di rumah pohon, kalo neng lihat dan gak terima bisa komen agar abang hapus fotonya dari blog ini. Tapi sih abang gak bisa hapus eneng dari hati abang, hahahah.

Setelah puas gue nikmatin pemandangan di atas, gue turun dan langsung menuju ke ikon wisata akar seribu yaitu pohon dengan banyak akar. Gue sih penasaran dengan akar yang ada di pohon itu apa benar ada seribu? “Untuk pengelola, tolong itungan ya jumlah akar di pohon tersebut?” wkwkwk
Di lokasi pohon dengan entah berapa akar ternyata ramai juga, sekarang ada warung-warung dan gazebo-gazebo, serta ada tempat main anak seperti ayunan dan seluncuran. Dan gue juga ngelihat ada kegiatan dari PMR MAN Bawu Jepara, gini nih yang gue suka kegiatan positif ditempat wisata. Gue harap sih semua tempat wisata bisa untuk kegiatan positif, bukan hanya tempat senang-senang doang apalagi sampe jadi tempat mesum. Dan masih dilokasi pohon dengan banyak akar temen gue yang ngajakin kesini namanya Bos Iwan minta di foto di ikon wisata ini. “Ok bos, gue layanin permintaan loe karna gue udah loe tebengin.” Heheh.

Udah dulu nih postingan gue kalo loe mau datang ke akar seribu dan loe bingung dan gak tau arah kesana, loe hubungin aja gue insyaallah gue bantu. Tenang aja di akar seribu fasilitas lengkap ada warung, toilet, dan musholla juga.


Jadi Kapan loe ke Akar Seribu? See you.